Beauty

[Beauty][bsummary]

Health

[Health][bsummary]

Fashion

[Fashion][bsummary]

Lifestyle

[Lifestyle][twocolumns]

Celebrity

[Celebrity][bleft]

Parenting

[Parenting][bsummary]

Community

[Community][bsummary]

Enterpreuner

[Enterpreuner][twocolumns]

Culinary

[Culinary][bsummary]

Travelling

[Travelling][twocolumns]

Pahami Waktu yang Tepat untuk Stop Minum Kopi agar Bisa Tidur Nyenyak



FEMINIA-Minuman berkafein seperti kopi dan teh telah menjadi rutinitas harian banyak orang. Namun, terlalu banyak asupan kafein dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.

Beberapa orang memilih menikmati secangkir kopi atau teh di sore hari, atau bahkan di malam hari. Sayangnya, cara ini justru akan membuat Anda sulit tertidur di malam hari.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk menyetop konsumsi kopi demi mendapatkan tidur yang berkualitas?

Ahli nutrisi dari National University of Singapore, Rob van Dam mengatakan bahwa tak ada jawaban pasti untuk pertanyaan di atas. Setiap orang, lanjutnya, memiliki reaksi yang saling berbeda terhadap kafein.

"Jika Anda mengalami tremor, tiba-tiba merasa gugup, atau detak jantung berubah, bisa jadi Anda minum terlalu banyak kafein. Hal itu juga dapat mengganggu tidur malam Anda," ujar Van Dam, dalam wawancara bersama CNN.

Berhenti minum kafein di sore hari tak menjamin membuat tidur malam Anda jadi nyenyak. Van Dam mengatakan, setiap individu harus melakukan eksperimen soal berapa banyak kafein yang diminum dan kapan waktu untuk meminumnya.

Faktor gaya hidup, ujar Van Dam, membuat reaksi setiap orang terhadap kopi saling berbeda satu sama lain. Misalnya, seorang perokok akan memetabolisme kafein di hati dua kali lebih cepat. "Jadi, jika Anda seorang perokok, kemungkinan Anda bisa tidur baik-baik saja meski meminum kafein sebelumnya," tambahnya menjelaskan.

Faktor lainnya adalah penggunaan kontrasepsi oral yang membuat tubuh dua kali lebih lama memetabolisme kafein.

Selain itu, faktor genetik juga berperan. Beberapa orang, lanjut Can Dam, memiliki varian dalam kode genetik yang memengaruhi enzim di hati yang memetabolisme kafein. Varian ini dapat membuat tubuh memetabolisme kafein dengan lebih lambat ataupun cepat.

Secara umum, lembaga-lembaga kesehatan merekomendasikan asupan kafein per hari maksimal hingga 400 miligram atau setara dengan empat cangkir kopi per hari.

Van Dam mengingatkan bahwa kafein benar-benar membuat seseorang menjadi bersemangat dan waspada. Bagi orang-orang dengan pekerjaan tertentu, kafein akan sangat bermanfaat, seperti pada orang-orang yang harus mengemudi tengah malam atau petugas keamanan yang berjaga di malam hari.

"Tapi, tidak semua orang membutuhkannya. Anda mungkin saja memiliki energi yang cukup atau tidur yang cukup sehingga Anda dapat menjalani hari tanpa kafein," pungkas Van Dam.(mr/cnn)