Beauty

[Beauty][bsummary]

Health

[Health][bsummary]

Fashion

[Fashion][bsummary]

Lifestyle

[Lifestyle][twocolumns]

Celebrity

[Celebrity][bleft]

Parenting

[Parenting][bsummary]

Community

[Community][bsummary]

Enterpreuner

[Enterpreuner][twocolumns]

Culinary

[Culinary][bsummary]

Travelling

[Travelling][twocolumns]

Taco Jangkrik 'Brood X', Makanan yang Hanya Muncul 17 Tahun Sekali



FEMINIA-Meski sudah banyak ditemukan, tapi santapan berbahan dasar jangkrik masih saja terasa aneh. Seorang koki di Virginia, Amerika Serikat, kini meracik jangkrik ke dalam sajian taco.

Mencari bahan utama untuk taco spesialnya, koki Tobias Padovano menangkap jangkrik satu per satu dari pohon-pohon di sekitar rumahnya.

"Jangkrik ini luar biasa. Dia akan membuat taco jadi enak," ujar Padovano (43), melansir Reuters.

"Segar dari pohon, segar dari tanah. Salah satu hal hebat tentang jangkrik adalah proteinnya yang kaya," tambah Padovano. Dia juga mengatakan bahwa menjadikan serangga sebagai sumber makanan merupakan salah satu bentuk dari konsep makanan berkelanjutan.

Serangga, termasuk jangkrik, memang dipercaya sebagai sumber protein padat nutrisi. Para ilmuwan bahkan mengatakan bahwa serangga harus menjadi bagian penting dari menu makanan sehari-hari.

Jangkrik 'Brood X', yang digunakan Padovano, merupakan jangkrik istimewa yang hanya keluar ke permukaan sekali dalam setiap 17 tahun. Jangkrik ini menjadi fenomena tersendiri di bagian timur AS.

Jangkrik ini dikenal sebagai jangkrik periodik, berbeda dengan jangkrik tahunan pada umumnya. Sebagian besar dari mereka hidup di bawah tanah untuk menghindari sinar matahari, memakan getah dari akar pohon. Setelah 17 tahun, nimfa jangkrik tumbuh dewasa dan keluar dari persembunyiannya di dalam tanah.

Namun, saat keluar ke permukaan, jangkrik ini tak bisa bertahan lama. Kebanyakan dari mereka hanya bertahan tiga minggu setelah kawin dan bertelur.

Padovano menyajikannya secara spesial hanya di Cocina on Market, Leesburg, Virginia. Dia menyajikan tumis jangkrik dengan taburan alpukat dan lobak dalam saus mole verde. Campuran itu kemudian dibungkus dengan selembar tortilla, tak berbeda jauh dengan taco belalang yang biasa disajikan di restoran Meksiko.

"Kau tahu, ini seperti memasak lobster," kata Padovano menggambarkan cara memasak jangkrik.

Jangkrik dimasukkan ke dalam wajan berisi air. Setelah mendidih, jangkrik dipanggang dalam oven. Padovano kemudian menumisnya dengan bawang merah dan bawang putih sebelum membuat taco.

Jangkrik ini dikenal oleh ahli entomologi sebagai hewan yang bisa dimakan, dan terkadang digambarkan seperti udang. Will Becker (19), salah satu penikmat, mengaku tak akan menunggu 17 tahun lagi untuk mencobanya.

"Anda bisa merasakan renyah saat [taco jangkrik] dikunyah. Rasanya seperti meleleh," kata Becker.(mr/cnn)